Sabtu, 09 April 2016

Lelaki Harimau | Review

Lelaki Harimau

Eka Kurniawan, 2004
Gramedia Pustaka Utama
ISBN13 9786020307497



Tidak seperti yang saya harapkan. Malahan, lebih baik daripada yang saya harapkan.

Di halaman-halaman awal, paragrafnya yang penuh dengan sub-kalimat, dan juga POV yang beragam, terus terang mengingatkan saya sama novelnya Gabo. Meskipun bukan saya saja yang berpikir seperti ini, tapi sesungguhnya Eka Kurniawan punya gayanya sendiri. Bahasanya juga apik, dan membuat saya sedikit 'kasihan' dengan orang luar yang membaca buku terjemahannya.

Ceritanya bukan tentang Margio saja, yang membunuh Anwar Sadat dengan cara kejam tak terbayangkan, tetapi hampir tentang semua orang yang berputar dalam kehidupannya, mulai dari orang kampung sekitar, teman-temannya, ayah, ibu, hingga janda tua pemilik tanah setengah desa.

Sebenarnya, di tengah buku saya agak tak sabaran, dengan semua sub-sub-cerita itu, timeline yang kadang melompat-lompat maju mundur kiri kanan, dan salah ketik yang meninggalkan tanda ¬.

Kemudian saya akhirnya sadar bahwa kisah dan latar belakang para tokoh ini kemudian berputar, membentuk suatu motif kenapa Margio, suatu hari di tengah sore yang sepi itu, membisikkan beberapa kata kepada Anwar Sadat sebelum mengigit urat lehernya hingga putus.

Harimau itu mungkin sudah terpendam di dalam hati banyak orang, tetapi Margio-lah yang membiarkannya keluar..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar